Latest

XM Hike to Papandayan (part II)

Saya masih ingat reaksi banyak orang ketika menonton The Secret Life of Walter Mitty, semua langsung kebelet ingin ke Iceland. Tiba-tiba demam Iceland. Huft. Memang tidak dipungkiri waktu melihat landscape Iceland yang ditunjukkan itu memang luar biasa bagusnya. Tapi, kalau sampai menganggap kalau kita harus ke Iceland untuk mendapatkan sensasi melihat pemandangan seperti itu, kalian salah.

Saya belum pernah ke Iceland, dan mungkin komentar saya tidak valid. Tapi menurut saya, pemandangan yang disuguhkan gunung Papandayan selama pendakian sungguh menakjubkan. Saya belum pernah lihat yang seperti ini. Saya menikmatinya.

Landscape yang disuguhkannya beragam, pertama kita akan diajak mendaki melewati kawasan belerang dengan dikelilingi bukit berbatu berwarna putih. Meski panas menyengat tapi pemandangan selama jalur ini indah sekali.

Jalur Kawah Belerang

Lalu kita akan dibawa menanjak melalui jalur menyusuri pegunungan. Nah di sini view yang ditawarkan gak kalah menarik. Kita bisa lihat pemandangan sedikit kota garut dari atas, melewati beberapa aliran mata air, sampai akhirnya sampai di check point ke-2. Di sini kita istirahaaatt! Ketawa-ketawa gak jelas sambil bertanya penuh harap, “Ini Puncak nih??” Dasar Pemula hahaha.

Dari pos ke-2 ini, sisa perjalanan ke atas itu cuma cerita tentang nafas yang mulai berat, banyak istirahat sambil sesekali mengintip pemandangan di sebelah yang bisa bikin hati adem sambil berharap nggak roboh di tengah jalan sebelum sampai tujuan.

Dan alhamdulillah sampe sodara-sodara! *langsung turunin ransel*

Di atas ada apa aja? Pertama jelas camping site. Kali ini beneran camping bukan glamping. Lalu nggak jauh dari situ ada Hutan Mati. Di sini pemandangan ke bawahnya juga bagus, meski agak creepy sih karena sepi (rame mah ke pasar).

Dan ini nih: Padang Edelweiss.. Dari dulu saya selalu penasaran dengan bunga ini, pernah lihat sih dari kakak sepupu saya yang suka naik gunung waktu masih kecil. Tapi belum pernah liat langsung di habitatnya. Ternyata kaya gini toh! Bagus!

Padang Edelweiss *pardon for my selfie ;p

DCIM100GOPRO

Oh wait satu lagi.. ini yang paling pecah menurut saya! Sunrise di Papandayan! sepanjang hidup dan jalan-jalan saya, ini salah satu sunrise terbaik yang pernah saya nikmati. Matahari muncul perlahan diantara Gunung Cikurai dan Gunung Guntur. Gumpalan awan yang berjalan perlahan mulai memberikan jalan kepada sang surya. Pecah Jon!

Demikian cerita perjalanan kali ini. Maunya sih ini bukan jadi cerita naik gunung terakhir bareng anak-anak #XMHike, karena post event-nya masih berasa banget dan anak-anak juga mulai merencanakan trip hiking berikutnya. We’ll see lah yah.. Sampai jumpa kawan!

DCIM100GOPRO

 

 

DiveTrip: Pulau Seribu

Dive Tion-Tiong at Pulau Pramuka (12-13 Apr 2014)
via Flickr http://ift.tt/1qxPNHv

Roadtrip: Roemah Pulomanuk

XM Hike to Papandayan (1)

Ini kali pertama saya naik gunung. Sebelumnya pernah sih ke Anak Krakatau dan Gunung Geulis di Jatinangor, tapi sepertinya itu bukan tergolong gunung. Jujur sih, saya selalu ragu untuk naik gunung beneran, karena melihat postur yang kurus dan selalu meragukan ketahanan fisik ketika mendaki. Ditambah, saya nggak pernah punya pengetahuan dasar mengenai pendakian gunung. Tapi akhirnya saya memberanikan diri setelah teman-teman kantor membuat rencana untuk Naik Gunung Untuk Pemula.

Hal pertama yang dilakukan adalah, mencari orang yang telah punya pengalaman naik gunung sebelumnya dan bisa menjadi ‘guide’ atau mentor selama pendakian. Kebetulan XM Gravity punya satu ekskul (nggak resmi) bernama #XMHike. #XMHike adalah event trip pendakian yang dilakukan oleh anak-anak XM Gravity. Kalau nggak salah sudah pernah dilakukan selama dua kali. Ketuanya adalah om Lino, former XM troopers yang kini sudah ‘lulus’ dari XM Gravity. Untungnya om Lino mau menemani kita-kita yang nubie ini. Ditambah lagi, salah satu graphic designer baru XM Lab, Dhika juga ternyata hobi naik gunung, dan dia juyga tertarik untuk join.  Setelah ngobrol mencari-cari gunung mana yang cocok untuk pemula, diputuskan bahwa kita akan mendaki gunung Papandayan, karena menurut om Lino, gunung Papandayan jalurnya tidak terlalu sulit dan lama perjalanan juga termasuk cepat. Kita yang nggak ngerti ini memutuskan untuk ikut saja!

Persiapan Pendakian.

When our graphic designer meet his other interest, Hiking. This is what happened.

TO-PAPANDAYAN

Dhika, salah satu graphic designer di kantor membuat infografik persiapan pendakian ini. Nggak hanya keren! Tapi helpful banget! Saya jadi tahu apa yang harus dipersiapkan. Thanks mate!

Pendakian

Datanglah hari yang ditunggu-tunggu. Setelah semua siap dengan ransel masing-masing, berangkatlah kita menuju Garut. Dengan naik bus Primajasa dari Lebak Bulus, sampai ke terminal Garut membutuhkan waktu 4,5 jam perjalanan. Alhamdulillah lancar perjalanan. Sampai di terminal, kita istirahat di satu musholla dekat terminal, dan cari warung makan, karena kita belum sempat makan ketika berangkat. Rencananya, jam 5 sehabis solat subuh kita siap-siap untuk berangkat ke kaki gunung.

Jam 5 kita berkumpul di dekat terminal, sambil sarapan bubur di salah satu warung. Beberapa teman ada yang membeli bekal makan untuk siang hari. Matahari mulai muncul dan akhirnya kita mendapatkan angkot yang bisa disewa untuk berangkat ke kaki gunung. Ternyata angkot ini muat 16+1 sopir jon! “Mulai seru nih!”, pikir saya.

Sampai di desa terakhir, kita harus mengganti angkot dengan mobil bak karena lokasi pos pendakian harus melewati jalan yang rusak dan hanya bisa dilewati oleh mobil dengan ban khusus. Di sini juga makin seru lagi, lobang segede-gede gaban bisa dilewatin sama supir pick upnya. Nyerah gue sama kemampuan menyetirnya.

Sampailah di kaki gunung, dan perasaan excited pun semakin menjadi-jadi. Pemandangan dari bawah bagus banget. Cuaca juga lagi cerah-cerahnya. Setelah melapor ke pos dan briefing dan doa sebentar, akhirnya berangkatlah kita! “Lets do this!” I said. (to part 2)

Pose

di kaki gunung(courtesy of Ibun)

 

 

Video

G.L.A.M.P.I.N.G

Gunung Pancar 1-2 Mar 2014
via Flickr http://ift.tt/1eVIZzG
 
 
[Updated] 
this is our little documentation from our glamping. enjoy!
 

 

Weekend Getaway: Poffertjes di Puncak

Random! Tiba-tiba Kamis (30/1/14) malam, setelah menghabiskan minum masing-masing dan ngobrol ngalor ngidul di salah satu lounge di Senopati, Budi, Erpe, Dhika dan saya kembali melontarkan ide random. Kalau waktu itu kita random mau lihat pantai, kali ini kita random mau lihat gunung, haha. Karena gunung paling deket ya Puncak, maka kita putuskan ke sana, nggak tau juga di Puncak mau ngapain haha

Akhirnya kita coba ajak Ochi, siapatau dia bisa ikut, karena kalau cuma kita berempat, takut hal-hal aneh kejadian lagi :p. Dan, Ochi datang dengan ide brilian, dia bilang kalau di Puncak dia mau cobain Poffertjes. Lah, yang lain nggak ada yang percaya kalau di sana ada Poffertjes, ada juga jagung bakar, indomie rebus/goreng pake telorya, sate PSK, mamang-mamang penjual kupluk, dan kampung arab. Makin-makin lah kita mau ke sana, cuma mau buktiin omongan Ochi, haha.

…Di tengah jalan sempet mikir puter balik, gara-gara hujan gak berhenti-berhenti di tol…

Tapi akhirnya kita sampai juga sih di Warung Pengkolan Puncak (WPP Group). Dan menemukan bahwa legenda Poffertjes di Puncak itu benar adanya. Selamat Ochi, kamu berhasil terhindar dari ejekan kami! Kali ini kamu benar!

poffertjes

Weekend Getaway: Kebun Raya Bogor

photo 3-crop

Kapan terakhir kali kalian ke Kebun Raya Bogor? Saya masih ingat kapan terakhir kali ke Kebun Raya Bogor, waktu saya kelas 3 SMP. Kalau nggak salah waktu itu ke sana bersama tiga orang teman SMP saya, berangkat naik kereta sehabis pulang les di Nurul Fikri. Tidak terlalu berkesan, cuma tiga orang anak SMP yang bosan belajar dan sok berani naik kereta sendirian ke Bogor. haha..

Read the rest of this page »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.